• 08115699900
  • cukk93@gmail.com

Siapa yang menyangka Mastikawati menjadi seorang juragan ayam di kampung Lubuk Antuk, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Keadaan ekonomi yang sulit tidak mematahkan semangatnya untuk mencari rezeki, justru memotivasinya untuk selalu berusaha dan bekerja keras demi mengubah garis kehidupan menjadi lebih baik.

Usaha ayam potong ini di awalinya sejak 2014 silam. Jumlah ayam potong yang dipelihara sebanyak 100 ekor. Pemasaran dilakukan secara berkeliling di sekitar kampung dan wilayah yang masih terjangkau dengan menggunakan sepeda motor. Hal ini yang membuat beliau memiliki banyak pelanggan dan bertambah setiap waktunya.

Seiring berjalannya waktu, permintaan konsumen semakin bertambah banyak, mereka mencari solusi dengan membeli ayam dipeternakan orang lain dan menjuanya kembali ke pelanggan. Hingga saat itu beliau menjadi penampung ayam potong di Desa Lubuk Antuk. Ternyata persediaan stok dari peternak lain juga tidak mampu memenuhi permintaan konsumen. Mastikawati dan suamsi mengajukan diri untuk menjadi Distributor ayam potong di PT BSB.

Setelah menjadi Distributor ayam potong di PT BSB, mereka memiliki permasalahan baru yakni kendaraan angkutan. Karena jika menyewa  kendaraan secara terus menerus biayanya cukup besar. Kedua orangtua dari dua orang anak ini berupaya mencari modal pinjamanan dari berbagai lembaga keuangan hingga akhirnya memutuskan bergabung masuk menjadi anggota CU Keling Kumang setelah mendengar referensi dari kerabat yang merupakan anggota CU Keling Kumang di Desa Lubuk Antuk. Resmi menjadi anggota beberapa bulan selanjutnya Mastikawati mencoba mengajukan pinjaman.

Tepat pada Maret 2017 pegajuan pinjaman disetujui dan dapat dicairkan. Mastika bersama suami membeli kendaraan angkutan jenis  Toyota hilux. Selang setahun dari pinjaman pertama, mampu dilunasi dan mengajukan pinjaman kembali untuk membeli kendaraan yang lebih besar jenis truck. Maret 2018 pinjaman dicairkan, karena riwayat pinjaman sebelumnya baik dan tidak pernah menunggak..

Mastikawati panggilan akrabnya merasa sangat berterimakasih kepada CU Keling Kumang karena sudah berjasa membantu mengembangkan usaha dan bisnis. Oleh karena itu, Mastikawati dan suami tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan.

“Kami komitmen dan tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan. Pinjaman kami bayar Tepat Waktu dan Tepat Jumlah.” Terang Mastikawati

Hasil kerja keras mereka terus berkemabang. Kini jenis usaha mereka semakin bertambah. Mereka sedang membangun kandang ayam potong berukuran lebih besar, membangun dua rumah sarang walet yang saat ini sudah panen, membangun sebuah rumah permanen, memiliki kolam ikan arwana dan omzet dari berbisnis ayam bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta setiap bulannya.

Mastikawati berpesan untuk memulai usaha kita harus berani melangkah, harus bekerja keras, tidak mudah menyerah ketika mengalami permasalahan yang sulit dan yang paling penting adalah tidak mengecewakan kepercayaan lembaga keuangan terutama CU Keling Kumang yang telah memberikan kepercayaan dengan membayar angsuran pinjaman secara Tepat Waktu dan Tepat Jumlah.

“Naik turunnya bisnis pengusaha pasti selalu ada mau bisnis apapun itu, tinggal bagaimana caranya kita mencari solusi agar usaha kita menjadi lebih baik kedepannya.”(AS)
Share This