• 085345344887
  • cukk93@gmail.com

Sumadi atau yang akrab disapa Bucet adalah pria yang lahir 36 tahun yang lalu di Mentunai pada tanggal 15 Maret 1982. Bucet selesai menempuh pendidikan di SMAN 01 Nanga Pinoh pada tahun 2000 yang lalu, setelah itu la pergi berkerja ke Jakarta untuk mencari pengalaman hidup selama kurang lebih 3 tahun. Namun, karena tuntutan keluarga, Bucet pun akhirnya kembali lagi ke kampung halaman. Tepat 9 tahun yang lalu Bucet pun akhirnya menemukan pasangan hidup dan menikahinya. Hingga saat ini Bucet dan istrinya Siau Jun telah dikaruniai dua orang anak, Dalam hidupnya, Bucet juga memiliki prinsip dalam berkerja yaitu harus fokus dan punya target serta jauhi rasa gengsi. Tidak lupa juga berdoa dan selalu bersyukur.

Bucet dan istri serta kedua anaknya tinggal di rumah kakak Bucet yang ada di Dusun Mentunai, Desa Mentunai, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Bucet juga memiliki keahlian sebagai montir dan mencoba untuk membuka bengkel di rumah, kebetulan di kampung Bucet belum ada yang membuka usaha bengkel. Disamping membuka bengkel Bucet juga menjual pulsa dan usaha kecil- kecilan seperti berjualan minuman dingin serta kue-kue yang sudah lama ditekuni oleh Bucet sekitar 10 tahun ini. Pertengahan tahun 2014 yang lalu, Bucet jatuh sakit. Sejak mengalami sakit dan merasakan biaya berobat di klinik yang tergolong mahal membuat Bucet terdorong untuk merubah pola hidup. Dari situlah Bucet mulai melakukan pola hidup sehat dan semakin aktif untuk menabung. Dengan adanya tabungan membuat semua menjadi terasa lebih diringankan terutama dalam hal kesehatan. Karena jatuh sakit, Bucet sempat istirahat total selama satu bulan, hal itupun membuat pemasukan di keluarga mereka berkurang. Namun, Bucet tidak patah semangat ia terus berusaha untuk bangkit kembali.

Bucet bergabung dengan Credit Union Keling Kumang (CUKK) sejak 08 September 2009. Setelah bergabung dengan CUKK Bucet sudah melakukan 7 kali pinjaman, pinjaman pertamanya pada tahun 2013 sebesar Rp.15.000.000 dengan tujuan modal bengkel dan pada tahun 2016 mengajukan pinjaman sebesar Rp.10.000.000 dengan tujuan pinjaman membeli tanah milik Ismail di wilayah SMPN 04 Kayan Hilir. Pinjaman yang ketiga sebesar Rp.8.500.000 untuk modal berjualan pulsa, dan di tahun 2017 mengajukan pinjaman sebesar Rp.12.000.000 untuk menambah biaya istri melahirkan, Febuari 2018 Bucet mengajukan pinjaman Rp.25.000.000 untuk menambah modal usaha, dan pada Juni 2018 Bucet mengajukan pinjaman Rp.100.000.000 melalui Produk KPR untuk membangun rumah kediamannya sekarang ini. Pada November 2018 Bucet kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp.35.000.000 melalui Produk SISKA dengan tujuan pinjaman untuk modal usaha sembakonya. Pinjaman yang menggunakan produk SISKA, Bucet selalu meminjam dibawah modal dan pinjaman yang di atas modal hanya untuk pinjaman di produk KPR.

Bucet mengatakan CUKK sangat membantu masyarakat. Selain membantu dalam bidang keuangan juga membantu dalam bidang perekonomian. Bagi Bucet CUKK adalah inspirasi untuk melangkah kedepan. Aktif menabung dan membayar pinjaman pada awal bulan itu sudah menjadi prinsip untuk Bucet. Bucet mengajak semua masyarakat untuk bergabung dengan CUKK dan setelah bergabung benar-benar bermitra dengan CUKK, supaya aktif menabung. “Menabung tidak harus banyak yang penting setiap bulan ada menabung itu lah bermitra dengan CUKK,” ungkap Bucet.

Sekarang ini semua anggota keluarga Bucet sudah menjadi anggota CUKK. Bahkan kedua anak Bucet sudah langsung dibuatkan tabungan Takan Plus B. Hal itu merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak-anaknya dimasa depan. Karena masyarakat biasa hanya ada kesempatan menabung yang bisa menjaminkan hari masa tua atau (pensiun masyarakat).

Selama bergabung dengan CUKK Bucet memiliki tabungan keluarga yang terus bertambah, serta aset yang lain seperti kebun karet, sepeda motor, rumah yang bagus serta tempat usahanya sekarang ini. Rumah kakaknya yang lama yang berukuran 4 Mx 15 M dengan bahan.bangunan dari kayu, namun sekarang rumah Bucet bisa dibilang sudah permanen, rumah yang berukuran 5x20 Meter dua lantai dengan biaya lebih dari Rp150.000.000.(MDA)

Share This