• 08115699900
  • cukk93@gmail.com


Muda dan enerjik, begitulah sosok Chief Executive Officer (CEO) CU Keling Kumang (CUKK) yang telah menjabat sejak tahun 2016. Ia merupakan seorang millennial yang memimpin sekitar 80% millennials di CUKK. Perjalanan karier Valentinus dimulai sejak bergabung di CUKK dalam usia yang relatif muda–20 tahun. Untuk memegang posisi jabatan tertinggi seperti saat ini, ia merintisnya dari bawah sebagai staf magang, staf kredit, kepala bagian Tempat Pelayanan Khusus (Kabag TPK), Branch Manager di delapan kantor berbeda, Area Manager dua dan Area Manager empat.

Bagi Valentinus, menjadi staf CUKK memberikan kesempatan untuk berkontribusi terhadap gerakkan CU bagi masyarakat di pedalaman kawasan timur Kalimantan Barat. “Saya senang sebagai pemuda lokal dapat berperan langsung membangun kehidupan masyarakat melalui CUKK,” kata Valentinus.

Diakui Valentinus, saat ini lebih dari 500 staf CUKK adalah orang muda. Ia berharap orang-orang muda dapat belajar dari semangat persatuan dan perjuangan pemuda di masa kemerdekaan. Memang, orang muda zaman sekarang tidak menghadapi penjajahan secara langsung. Namun, kemiskinan, kesulitan mengakses keuangan, kesehatan, pendidikan, dan jalur transportasi yang belum memadai, memerlukan peran orang-orang muda untuk memberikan solusi. “Melalui CUKK, orang-orang muda berpartisipasi dalam bidang keuangan dengan mengkampanyekan pentingnya menabung sejak dini untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Misalnya, orang-orang muda menabung agar memiliki tabungan untuk hari tua. Para orangtua menabung untuk anak-anak mereka, sehingga dapat mengakses pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi. Tabungan itu pula dapat dipakai untuk hal-hal mendesak seperti sakit dan musibah lainnya,” ungkap Valentinus. Selain itu, para staf CUKK juga diajak untuk terlibat aktif dalam kegiatan di masyarakat di mana mereka bertugas. Dimulai dari aktivitas lingkungan, kegiatan keagamaan, dan pemerintahan. Supaya, mereka dapat menjalin relasi dengan orang-orang lain di luar lingkup kantor, dapat menyumbangkan ide dan berkontribusi sesuai dengan bakat dan minat mereka masing-masing. Valentinus percaya, jika orang-orang muda bersatu dalam satu tujuan yang jelas, bukan hanya CUKK yang akan berkembang, tapi masyarakat dan negara Indonesia ini akan merasakan dampak positif dari semangat orang muda tersebut.

MODESTA TITA RAHAYU

Bila bertemu dengan pemudi yang satu ini, kesan pertama yang muncul adalah percaya diri dan penuh semangat. Tita, begitu ia biasa dipanggil, merupakan salah satu orang muda di Kota Sintang. Sudah lebih dari lima tahun ia terlibat dalam kegiatan sosial CUKK bersama anak-anak. Bahkan, awal tahun ini, ia terlibat pula dalam acara internal CUKK sebagai pembawa acara (MC). “Pertama kali berkolaborasi dengan CUKK, saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Namun, lama kelamaan, saya senang melihat orang-orang di CUKK yang cekatan, profesional dan bertanggungjawab. Saya merasa nyaman bekerja sama dengan CUKK,” ungkapnya.

Jejak langkah Tita sebagai orang muda tak perlu diragukan lagi. Ia merintis karier sejak tahun 2015. Saat itu, ia mulai terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. Barulah, setahun kemudian ia dipercaya sebagai ketua Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Sintang. “Melalui OMK, saya berkesempatan mengikuti pertemuan OMK se-Indonesia di Manado, se-Asia di Yogyakarta dan sedunia di Polandia. Pengalaman-pengalaman ini membuat saya dapat memberangkatkan teman-teman yang lain agar dapat merasakan dunia luar dan belajar dari budaya yang berbeda,” cerita Tita.

Tidak hanya sebagai ketua OMK, Tita juga terlibat di Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Sintang, yang berpusat pada pendidikan iman mulai dari usia anak-anak, pra-remaja hingga remaja. Tita sendiri terlibat dalam tim animasi yang menanamkan iman anak melalui gerak tari dan lagu. Selain itu, Tita berperan serta pula dalam komunitas dan organisasi lain seperti Komisi Kepemudaan Keuskupan Sintang (KOMKEP KESI), Pemuda Katolik (PK), Komunitas Karyawan Muda Katolik (KKMK), Anggota Seksi Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Katedral Sintang, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) dan Mari Melihat.

Menurut Tita, dalam kegiatan sosial bersama komunitas Mari Melihat, ia dan teman-temannya lebih berkonsentrasi pada lingkungan dan pendidikan. Misalnya, dalam bidang lingkungan mereka bersinergi dengan komunitas-komunitas lain untuk memungut sampah bersama. Mengedukasi masyarakat untuk mulai diet plastik (mengurangi penggunaan plastik) dan menjaga lingkungan. Sedangkan pada sisi pendidikan, mereka membantu mendistribusikan 100 seragam ke seluruh anak di Kabupaten Sintang, memberikan sumbangan buku dan alat tulis, serta merenovasi sekolah di pedalaman dari dana yang disumbangkan para donatur.  Dan, sebagai seorang guru sekolah dasar, Tita juga mengajarkan kesadaran lingkungan pada murid-muridnya untuk mengurangi sampah, dengan membawa botol minum dan bekal ke sekolah.

Diakui Tita, keaktifannya dalam berbagai hal merupakan bentuk semangat orang muda berpartisipasi bagi kemajuan Indonesia. Ia memaknai perjuangan pemuda-pemuda Indonesia memperjuangkan kemerdekaan dengan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat. “Sumpah Pemuda mengingatkan kita orang muda zaman sekarang, agar memperbanyak aksi nyata yang positif, yang dapat dirasakan orang-orang sekitar, masyarakat setempat dan negara Indonesia ini. Saat ini, orang-orang lebih ingin melihat bukti. Tindakan-tindakan nyata kita akan berbicara lebih keras dari perkataan-perkataan kita. Dan, kita perlu memanfaatkan dengan baik masa muda kita ini,” katanya.

Berkat sikap yang konsisten dalam pelayanan dilingkup gereja maupun masyarakat secara umum, Tita mulai mengepakkan sayapnya sebagai pekerja professional. Jam terbangnya sebagai MC juga semakin bertambah seiring semakin banyaknya permintaan membawakan acara-acara resmi, mulai dari acara partai, pemerintahan hingga swasta seperti di kegiatan CUKK. “Saya selalu percaya, kesempatan dan kepercayaan kecil yang orang lain berikan kepada kita, kalau dijalankan dengan baik, ke depan kita akan mendapatkan kesempatan lebih besar. Dan, itu sudah saya rasakan sendiri”ungkapnya. (AJ)


Share This