• 085345344887
  • cukk93@gmail.com

Sekolah secara sederhana dapat didefinisikan yaitu menuntut ilmu untuk menambah wawasan baik dari aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomor). Sekolah formal memiliki aturan yang baku yang sudah ditetapkan pemerintah. Mulai dari Sekolah Dasar bahkan sampai Perguruan Tinggi umumnya sarana dan prasarana, kelas, siswa, serta tenaga pengajar.

Berbeda dengan sekolah yang diikuti oleh orang tua yang rata-rata usianya di atas 30 tahun. Lukas, salah satu anggota CU Keling Kumang BO Sayan telah mengikuti SL, Kelas SL ini diberi nama Sungai Boli diambil dari salah satu nama sungai yang ada di wilayah Mekar Pelita Kecamatan Sayan Kabupaten Melawi. Lukas sangat bersyukur bisa mengikuti kelas SL yang sangat bermanfaat. Kelas SL lebih banyak memberikan kegiatan praktik. SL merupakan sekolah yang melatih dibidang perkebunan kelapa sawit oleh Keling Kumang Group (KKG) bekerjasama dengan Solidaridad.

Kelas SL Sungai Boli merupakan Kelas SL Kedua yang dibentuk di wilayah pengembangan CU Keling Kumang BO Sayan. Mendengar informasi adanya kegiatan tersebut, Lukas Langsung berminat.

 “Saya sudah lama menunggu kegiatan semacam ini. Ternyata CU Keling Kumang sekarang sudah jauh berkembang. Bukan hanya bergerak disektor keuangan namun juga, CU Keling Kumang di bawah naungan KKG terjun ke pemberdayaan masyarakat salah satunya melalui Kelas SL ini,” Tutur Lukas.

Lukas dipercaya sebagai ketua kelas kelompok Sungai Boli. Kelas ini terdiri dari 22 orang. Tempat lokasi pertemuan sekaligus praktiknya juga di kebun Kelapa sawit milik Lukas. Kebunnya seluas 4 Hektar yang sudah ditanami kelapa sawit. Lukas menceritakan kepada Trainer SL bahwa lahan sawit yang Ia kelola ini dibangun menggunakan dana pinjaman dari CU Keling Kumang. “Berkat CU Keling Kumang saya terbantu untuk mengembangkan usaha perkebunan saya ini,” ujar Lukas disela istirahat kelas SL.

Kehadiran kelas SL di Mekar Pelita sangat disambut baik oleh warga. Apalagi kegiatan ini diselenggaran secara gratis. Para peserta yang ikut tidak perlu membayar pengajar atau Trainer, mereka hanya cukup meluangkan waktu 1 kali dalam 1 minggu selama 3 bulan. Kelas SL ini di mulai dari Fase tanaman belum menghasilkan (TBM). Fase ini dipilih karena rata-rata peserta yang ikut baru mulai menanam kelapa sawit, ada juga peserta yang mengajukan bibit kecambah kelapa sawit. Trainer SL pun langsung merespon untuk memfasilitasinya. Melalui Koperasi tujuh tujuh (K77) bibit kecambah kelapa sawit dipesan sebanyak 5 kantong. Bibit ini asli di ambil dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Parindu Kabupaten Sanggau.

Kegiatan SL tidak hanya sebatas praktik dan teori pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) namun nantinya sampai Fase TM (tanaman menghasilkan) sudah produktif. Setelah kelas SL Selesai, para peserta kelas juga akan tetap dibimbing oleh KKG. Para Alumni ini nanti akan tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS KK). Asosiasi ini akan menjadi wadah untuk para alumni menyampaikan dan menyatukan aspirasi dan terus mengembangkan diri terutama di bidang kelapa sawit.(VSN)

Share This