• 085345344887
  • cukk93@gmail.com

Perekonomian yang sulit ini, selalu ada jalan keluar jika kita selalu berusaha mencoba hal-hal yang baru dan tidak terpaku terhadap kondisi saat ini. Meningkatkan, kondisi harga komoditi karet yang murah sangat sulit dalam mengangkat pendapatan rata-rata masyarakat yang berpenghasilan dari menyadap karet.  Mengingat, kondisi komoditi karet yang murah sangat sulit dalam mengangkat pendapatan rata-rata masyarakat yang berpenghasilan dari menyadap karet.maka sangat perlu adanya upaya lain untuk kita selalu berusaha mencoba hal-hal yang mengarah ke usaha yang lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Paulus Kilit, anggota loyak CU Keling Kumang BO Belikai yang tinggal di Desa Nanga Lot, Kecamatan Seberuangan, Kabupaten Kapuas Hulu.

Kilit setiap hari melakukan jualan keliling sayur-sayuran dan rempah-rempah dari hasil perkebunan sendiri maupun membeli sayur-sayuran kebun dari warga Desa Nanga Lot. Di Desa Nanga Lot rata-rata masyarakatnya bercocok tanam dan berkebun sayur-sayuran dengan memanfaatkan lahan yang kosong sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan salain dari hasil menyadap karet. Usaha jualan sayur-sayuran tersebut sudah kilit tekuni sejak dalapan tahun yang lalu sampai dengan sekarang.

Berkebun sayur-sayuran tidak mengenal musim karena sejak musim tanam padi sampai dengan panen padi perkebunan sayur-mayur selalu dikembangkan di Desa nanga lot. Kilit setiap hari berjualan sayur-sayuran disamping mamanfaatkan waktu setelah pulang dari menyadap karet. Pendapatannya lumanyan untuk menambah penghasilan sehari-hari dan penghasilannya sebagaian ia setorkan ke CUKK. Semangat kerja yang ulet menjadi modal utama bagi Kilit untuk menjalankan usahanya tersebut dengan memanfaatkan hasil dari menjual sayur mayur

Dengan adanya penghasilan tambahan tersebut kewajiban setiap bulan seperti pembayaran CU, biata sekolah anak maupun menabung bisa dipenuhi oleh Kilit.

“Semangat  dalam berusaha dan selalu berani mencoba hal-hal yang baru patut kita budayakan selagi hal-hal yang baru patut kita budayakan selagi hal tersebut masih bermanfaat bagi kita maupun untuk orang lain, dengan memanfaatkan kekayaan alam yang diberikan oleh Tuhan patut untuk kita jaga dan kembangkan” tutup Kilit. (Grg)

Share This