• 085345344887
  • cukk93@gmail.com

seorang pekerja keras, di tengah kesulitan financial yang dialami Ia pantang menyerah bekerja membanting tulang mengais rejeki tanpa pandang hujan maupun panas, begitu ungkap Aguspian. Aguspian lahir di Layak Omang, 9 februari 1977 (41 Tahun) silam. Semua pekerjaan ia kerjakan namun tak mendapatkan hasil yang memuaskan. Tahun demi tahun penghasilannya hampir tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Untuk mengubah hidupnya Aguspian memilih bergabung menjadi anggota CUKK pada tahun 2010 di BO Mukok.

Aguspian mengakatan “kalau Ia selalu menjadi kuli orang dan tidak mengubah pola pokir, kapan bisa menjadi orang yang sukses dan bisa hidup mandiri, lebih baik membangun usaha dan bekerja untuk diri sendiri” Ungkapnya. Aguspian memiliki dua orang anak yang bernama Vera dan Jeni serta istrinya Lilis Suryani. Aguspian dan keluarga tinggal di Desa Layak Omang, kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau.

Untuk mewujudkan mimpi besarnya Aguspian harus mencari solusi dan berdiskusi degan istrinya. Pada malam hari Aguspian mengungkapkan pemikiriannya kepada sang istri. Ia berniat menjual minuman dan jajanan kepada anak sekolah, istrinyapun setuju dengan usulan sang suami. Pada pagi hari Aguspian belanja dengan uang Rp. 60.000,- untuk membeli minuman gelas kemasan dan makanan ringan lalu Ia bawa ke lingkungan Sekolah Dasar Ia tawarkan kepada anak-anak sekolah yang sedang beristirahat di luar kelas, minuman kemasan dan makanan ringan itupun habis terjual. Dengan berjualan minuman kemasan Aguspian mendapatkan keuntungan Rp.40.000,- per hari. Hari demi hari penjualanannya berkembang, keuntungan yang di dapatkan di sisihkan sehingga mampu mengembangkan usaha dan menyisihkan keuntungan untuk disimpan dan sebagian untuk modal usaha lagi. Mereka berhasil membuka usaha dimulai dengan modal Rp.60.000,- .

Aguspian pernah mengikuti pendidikan FL (Financial Literacy) di Dusun Layak Omang yaitu program pendidikan cerdas mengelola keuangan yang difasilitasi oleh CUKK. Aguspian merasa tertolong karena selain belajar Ia pun dapat mempraktekan lansung apa yang disampaikan oleh Trainer FL. Bermodal keuletan dan ketekunan, maka warung semakin berkembang dan setiap hari tempat usahanya ramai dikunjungi para pelanggannya untuk berbelanja. Omset Aguspian paling sedikit Rp. 1.500.000,- perhari, sedangkan omset dalam sebulan mencapai Rp. 45.000.000,- di warung sembakonya.

Agsupian sudah melakukan pinjaman di CUKK sebanyak empat kali, yang pertama Rp. 5.000.000,- yang terakhir sebanyak Rp. 10.000.000 dengan tujuan pinjaman yang beragam. Pinjaman yang terakhir ini digunakan untuk membuat mempat usaha dengan luas 4x5 meter persegi. Aguspian mengangsur pinjaman selalu TWTJ sesuai dengan perjanjian pinjaman. Rumah yang sekarang dibangun dari pinjaman yang didapatkan dari CUKK.

Aguspian mulai mengubah kebiasaanya dari komsumtif menjadi produktif. Sekarang Aguspian membagi penghasilannya dengan pola 30% untuk angusuran pinjaman, 40% untuk kebutuhan makan minum, 10% untuk tabungan dan 20% untuk keperluan lain. Aguspian adalah anggota yang loyal kepada CUKK, ia juga di kenal ramah pada masyarakat di Dusun Layak Omang, Ia juga sangat di senangi masyarakat dan anggota CUKK yang berlangganan di tokonya.

Menjadi anggota CUKK Aguspian banyak belajar bagaimana mengembangkan diri dengan harapan bisa menginspirasi anggota CUKK di wilayah tempat tinggalnya. Aguspian tidak bosan-bosan mengajak kawan-kawan di wilayahnya supaya masuk menjadi anggota CUKK.

Aguspian juga pernah mengikuti pendidikan sekolah lapangan kelapa sawit (SL) CUKK, tentang pengelolaan kebun sawit mandiri untuk anggota yang ingin menanam sawit pribadi. Palatihan SL gratis untuk anggota CUKK. Anggota CUKK mendapatkan ilmu yang sangat berharga dari pelatihan tersebut. Dengan harapan anggota bisa mengembangkan kebun pribadi dan pada akhirnya anggota bisa mandiri dalam bidang perkebunan sawit, untuk menghasilkan buah sawit yang baik. Keberhasilan anggota dalam mengembangkan ekonomi adalah keberhasilan dari CUKK juga, sukses terus CUKK jangan berhenti mengembangkan anggota dan menularkan energi positif untuk masyarakat sekitar. Tutup aguspian.(RD)


Share This