• 08115699900
  • cukk93@gmail.com

Belum lama ini, CU Tri Tapang Kasih (CU TTK) melakukan studi banding Self Help Individual (SHI) ke CU Keling Kumang (CUKK). Rombongan berjumlah 21 orang, terdiri dari dua orang manajemen, satu orang pengurus, dan 18 orang anggota pemilik usaha produktif.

Studi banding ini dilakukan di Desa Empaci, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, pada usaha ayam petelur milik Akiek Narro. Menurut Juno Raharjo pengurus CUTI, studi banding ini bertujuan untuk mempelajari usaha ayam petelur.

Kunjungan diawali dengan sambutan singkat, Melkyor kepala Unit Business Development Services (BDS) CUKK, dilanjutkan dengan perkenalan tim dari BDS. Proses studi banding ini, selain dilakukan secara teori, juga dilakukan kunjungan langsung ke kandang ayam petelur SHI Akik Narro. Peserta dibagi menjadi enam tim dan secara bergantian mengunjungi kandang ayam petelur SHI Akik Narro didampingi staf BDS. Ini dilakukan agar menghindari ayam petelur mengalami stress saat dilakukan kunjungan.

Peserta pertama melihat kandang umbaran. Kandang umbaran berfungsi untuk penangkaran ayam dari umur 0-3 bulan. Kandang ini berfungsi sebagai kandang sementara sebelum ayam produksi. Kandang ini dilapisi sekam/serbuk kayu yang berguna agar anak ayam di kandang tidak kedinginan. Pada kandang ini, ayam masih berumur 1 sampai 2 minggu. Ayam diberi makan pakan tipe BP 11 untuk ayam berumur 2 minggu sampai dengan 2 bulan lebih, diberikan pakan tipe BP 12 ayam berumur 2 bulan lebih sampai 3 bulan, diberikan pakan kombinasi 1 banding 1, antara BP-12 dan BP 324 plus vitamin stimulan.

Setelah ada tanda-tanda bertelur, baru ayam dipindahkan ke kandang baterai. Kandang ini adalah kandang ayam petelur yang sudah berproduksi. Pada kandang ini, ayam petelur diberikan pakan secara aktif menggunakan BP 324 dan tambahan stimulan.

"Banyak sekali informasi dan pengetahuan yang dapat kami pelajari di sini. kami merasa bahwa studi banding ini bisa menjadi satu kelengkapan untuk kami memulai Self Help Group (SHG) di CU TTK. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi terus berlanjut dan terus bekerjasama dengan CUKK dalam mengembangkan usaha ini" kata Juno Raharjo. (PRV)

Share This