• 08115699900
  • cukk93@gmail.com

Pasca pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2019 di Jakarta bulan Juli lalu. KOPERNIK, mitra Keling Kumang dan pemerintah Kabupaten Sintang dalam pengembangan komoditi kakao, melakukan kunjungan lapangan untuk wawancara dan penelitian (5-10/9/2019).

Sejauh ini, masyarakat di Kabupaten Sintang sudah ada yang menanam kakao. Hanya saja, jumlahnya belum terdata dengan baik dan pasarnya baru lingkup lokal. Sehingga, pemerintah berinisiatif untuk mengembangkan kakao dalam lingkup yang lebih besar. Pengembangan kakao ini bahkan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) Kabupaten Sintang bersama beberapa komoditi lain seperti sawit, karet, lada dan kopi. Ke depan pemerintah akan menerapkan sistem komoditi berkelanjutan mulai dari proses penanaman, lingkungan dan pemasaran.

Dalam pengembangan kakao, pemerintah Kabupaten Sintang telah menggandeng PT Betang Agro Mandiri - BAM (unit dari Keling Kumang Group) untuk menjadi penggerak komoditi tersebut. Menurut Yohana Tamara Yunisa, Manager Operasional PT BAM, ia tengah mendalami jenis-jenis kakao yang ada di Indonesia dan mencoba mengembangkan kakao lokal dari kabupaten Sintang. Selain itu, diharapkan melalui kolaborasi dengan KOPERNIK yang telah memiliki pengalaman mengembangkan kakao di Bali, program kerjasama ini dapat berjalan dengan baik.

Dalam kunjungan yang sama, KOPERNIK juga menggali tentang daun sengkubak, vetsin alami pengganti MSG. KOPERNIK melihat langsung sumber daun sengkubak di Gurung Mali dan tertarik untuk menggali lebih dalam kegunaan dan cara pengolahan daun sengkubak secara tradisional. Rencananya ke depan, KOPERNIK dan PT BAM berniat mengembangkan daun sengkubak tersebut. (LSM)

Share This