• +628115711132
  • invictus93@cukelingkumang.com

Warning: mysql_query() expects parameter 2 to be resource, object given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 159

Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 161

Warning: mysql_query() expects parameter 2 to be resource, object given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 173

Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 175

Sampah merupakan permasalahan yang mudah dijumpai di berbagai tempat. Kebiasaaan masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dapat merusak ekosistem lingkungan. Salah satunya membuang sampah di berbagai tempat. Sampah dapat berasal dari mana saja, namun sampah rumah tangga adalah satu diantara penyumbang sampah terbesar di masyarakat.


Paradigma bahwa sisa sayuran, buah-buahan dan sampah lainnya tidak bisa digunakan sehingga cenderung dibuang begitu saja. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi penumpukan sampah dari masyarakat adalah dengan pengolahan dan pemanfaatan kembali, sebagai bahan pembuatan pupuk organik yang dapat digunakan oleh masyarakat sendiri.


Pupuk organik ini sendiri sangat kaya akan manfaat bagi tanaman. Selain tidak mengandung bahan berbahaya seprti zat kimia, pupuk organik ini juga sangat baik digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman yang ada dipekarangan rumah.


Credit Union Keling Kumang melalui Unit Pemberdayaan Perempuan dan Kaum Millenial (PPKM) menginisiasi dan memberikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos kepada para aktivis perempuan.  

Menurut kepala Unit PPKM CU Keling Kumang Hera, pelatihan ini diikuti sebanyak 139 orang aktivis perempuan pada akhir bulan Mei lalu. Pelatihan pembuatan pupuk organik ini dilaksanakan secara virtual. Dengan menghadirkan dua narasumber yakni Atanasius khusus tentang pembuatan Microorganisme Lokal (MOL), yaitu pupuk yang berbentuk cair dan Lusia Siska untuk pembuatan Pupuk Kompos Padat (PKP).

“Kedua narasumber ini bukan hanya terampil dalam menjelaskan tetapi mereka juga sudah mempraktikannya.” Jelas Hera.


Lebih lanjut Hera menjelaskan, kedua narasumer ini telah membuat dan menggunakannya sejak lama dan sudah merasakan manfaatnya. Tanah dan tanaman subur limbah rumah tangga termanfaatkan dengan baik. (HR)

Share This