• +628115711132
  • invictus93@cukelingkumang.com

Warning: mysql_query() expects parameter 2 to be resource, object given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 159

Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 161

Warning: mysql_query() expects parameter 2 to be resource, object given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 173

Warning: mysql_num_rows() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/cukeling/_core/application/frontend/lib/content.php on line 175

Belakangan ini tanaman kakao atau biasa di kenal dengan coklat sudah mulai banyak diminati oleh masyarakat luas. Pasalnya selain harganya stabil perawatan tanaman kakao ini juga sangat terbilang mudah. Jaong, satu diantara petani kakao asal Selebak, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, saat ditemui di kebunnya pada 21 Juni 2021, mengatakan, saat ini mulai bersemangat mengembangkan tanaman kakao.

Menunurtnya Kakao saat ini sudah memiliki pasar yang jelas dan menjanjikan. Sehingga para petani tidak lagi kuatir mengembangkan tanaman kakao karena sudah ada pasar pembelianya di Kabupaten Sintang. Harga biji kering perkilo cukup menjanjikan yakni kisaran antara  Rp 25.000 sampai dengan Rp. 27.000 per kilogram sedangkan biji basah Rp 6.000 sampai dengan Rp 10.000 per kilogram. 

“secara hitungan harga jual baik biji kakao basah maupun biji kering cukup bagus. sehingga kita pun semangat mau mengembangkan tenaman kakao.” Ujar Jaong

Selain itu lanjut Jaong, tanaman kakao juga sangat cocok dengan kondisi testur tanah yang ada di sekitar Selebak. Sehingga membuat tanaman kakao mudah dikembangkan dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Terlebih pemupukan hanya cukup dilakukan dua kali dalam satu tahun. Yakni diawal dan diakhir musim penghujuan.

Saat ini Jaoung sudah menam lebih dari 1.100 pohon tanaman kakao. 500 pohon sudah menghasilkan dan 600 pohonnya lagi sedang dalam perawatan. Dikatakan Jaong, perminggu dari 500 pohon kakao bisa menghasilkan biji kakao kering sekitar 50 sampai dengan 60 kilogram.

Demikian juga disampaikan oleh Aleksander, petani kakao asal Selebak lainnya mengatakan, usia panen kakao juga terbilang cepat yakni antara 2 sampai  3 tahun sudah mulai panen. Kakao juga bisa ditanam dengan cara tumpang sari dengan tanaman jenis lainnya seperti karet, durian, tengkawang, jengkol dan petai.

“artinya dari segi lahan, tanaman ini tidak harus memerkukan lahan baru atau lahan khusus. Karena tanaman kakao bisa ditanam dengan cara tumpang sari.” Terang Aleksander

Francoes Mitter, manajer PT Betang Agro Mandiri (BAM) satu diantar unit Bisnis di Gerakan Credit Union Keling Kumang menyampaikan, PT BAM secara konsisten membantu para petani dalam memberikan pemdampingan.

“Kita mau setiap biji kakao yang dihasilkan dari para petani secara kualitas tetap terjaga. Dengan kualitas terjaga maka harga jual biji kakao juga bisa tetap stabil.” Ternag Mitter

Menurut Mitter, sejauh ini, harga jual biji kakao sudah cukup bagus. Namun tetap harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu pihaknya terus memberikan penyuluhan dan menyediakan bibit yang telah disertifikasi oleh balai benih nasional bagi petani yang membutuhkan bibit.

Sedangkan petani yang sudah menanam bibit lokal, diberikan pemdanpingan secara terus menerus. Agar kualitas biji yang dihasilkan semakin baik. Terlebih  biji kakao ini bisa diolah menjadi berbagai jenis produk seperti produk makan dan produk kecantikan. Tergantung dari kualitas dari biji kakao yang dihasilkan. Sejauh ini dikatakan Mitter petani dampingan PT BAM sudah menyebar di Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Sanggau. Antusias masyarakat dalam menciptakan komuniti baru cukup baik.  

Diki perwakilan dari Agropanah satu diantara mitra PT BAM menyampaikan, pihaknya akan memberikan dukungan kepada petani dalam mengembangkan produk lokal. Dia berharap setiap produk yang dihasilkan dari alam yang sehat, yang mengkonsuminya juga sehat.

“kita mau setiap produk yang dihasilkan petani dapat menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas. Sehingga generasi kita menjadi generasi yang sehat.” Ujar Diki saat mengunjugi kebun petani kakao di Selebak.

Selain ini, lanjut Diki, tanaman kakao ini juga sebagai penghasilan aktienatif para petani yang notabane nya adalah petani karet, apabila musim penguhujan, petani tetap bisa memikili penghasilan.(EH)

Share This